Oleh : Abulhasan Lutfi

Tata Cara Menyusun Shof Dalam Sholat

النعمان بن بشير يقول قال النبي صلى الله عليه وسلم : لتَسَوُّنّ صُفُوفَكُمْ أوْ لَيُخالِفَنَّ الله بَينَ وُجُوهِكُمْ

Nu’man bin Basyir berkata: Nabi Shollallohu ‘Alaihi wasallam bersabda:

“Sungguh kalian meratakan shof-shof kalian atau Alloh menyelisihkan antara wajah-wajah kalian”. (HR. Al-Bukhori 1/253)

Maknanya: Apabila kalian tidak meratakan shof-shof (sholat) maka Alloh menjadikan perselisihan dan permusuhan dalam hati kalian. (Shohih Muslim no.436)

وقال النعمان بن بشير رَأيْتُ الرَّجُلَ مِنَّا يَلْزقُ كَعْبَه بِكَعْبِ صَاحِبهِ

Lalu Nu’man bin Basyir berkata: Aku melihat seorang di antara kami menempelkan mata kakinya dengan mata kaki temannya. (HR. Al-Bukhori 1/254)

أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : أقِيموا الصفُّوفَ فإنِّي أراكُم خَلْفَ ظَهْرِي عن أنس

Dari Anas, bahwa nabi Shollallohu ‘Alaihi wasallam bersabda: “Luruskanlah shof-shof (sholat), sesungguhnya aku melihat kalian dari belakang punggungku”. (HR. Al-Bukhori 1/253).

Maknanya: Beliau dapat melihat orang yang ada di belakangnya seperti melihat dari depan. (Shohih Muslim no.434)

وكانَ أحَدُنا يَلْزَقُ مَنْكِبَه بِمَنْكِبِ صَاحِبه وَقدَمَه بِقَدَمِه

Lalu Anas bin Malik berkata: Dan seorang di antara kami menempelkan bahunya dengan bahu saudaranya dan kakinya dengan kaki temannya. (HR. Al-Bukhori 1/254)

Nabi Shollallohu ‘Alaihi wasallam bersabda:

ألا تَصفُّون كما تَصفُّ الملائكةُ عند ربِّها ؟ فقلنا يا رسول الله وكَيفَ تَصُفُّ الملاَئِكةُ عِنْدَ ربِّها ؟ قال يُتِمُّون الصُّفوفَ الأُوَلَ ويَتَراصَون فِي الصفِّ

“Apakah kalian tidak bisa menyusun shof (sholat) seperti para malaikat yang menyusun shof di depan Robb mereka?”. Kami bertanya: Wahai Rosululloh, bagaimana para malaikat menyusun shof di depan Robb mereka? Beliau menjawab: “Mereka menyempurnakan shof-shof yang pertama dan merapatkannya”. (HR. Al-Bukhori 1/322)

عن أنس ابن مالك قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم سَوُّوا صُفوفَكم فإنَّ تسْوِيةَ الصفِّ مِن تَمامِ الصلاةِ

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wasallam bersabda: “Ratakanlah shof-shof kalian karena meratakan shof termasuk dalam kesempurnaan sholat”. (HR. Muslim 1/324)

عن البراء بن عازب قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يتخَلَّلُ الصفَّ مِن ناحيةٍ إلَى ناحيَةٍ يَمْسَحُ صُدُورَنا ومَناكِبِنا ويقول ” لاَتَخْتَلِفُوا فَتخْتَلِفُ قُلُوبِكُم ” [ وكان يقول ] ” إن اللهَ عزوجل وملائكَتَه يُصلُّون على الصفوفِ الأُوَلِ

Dari Al-Barro’ bin ‘Azib ia berkata: Dahulu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wasallam memasuki shof dari ujung ke ujung, beliau mengusap dada-dada dan bahu-bahu kami seraya berkata: “Janganlah berselisih (dalam menyusun shof), niscaya hati kalian akan berselisih pula”. Beliau juga bersabda: “Sesungguhnya Alloh ‘Azza wajalla dan para malaikat-Nya memberikan sholawat kepada shof yang pertama”. (HR. Abu Dawud 1/234, disahihkan oleh Al-Albany)

Dari Abdulloh bin Umar bahwa Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wasallam bersabda:

أقيموا الصفوف فإنما تصفون بصفوفِ الملائِكةِ وحَاذُوا بَين المنَاكِبِ وسُدُّوا الْخَلَلَ وَلَيِّنُوا فِي أيْدِي إخْوانِكُم وَلاَ تَذَرُوا فُرُجاتٍ لِلشَّيْطَانِ وَمَن وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللهُ تبارك وتعالى وَمَنْ قَطَعَ صفًّا قَطَعَهُ اللهُ

“Luruskanlah shof-shof, karena tidaklah kalian menyusun shof melainkan dengan shof para malaikat tempelkanlah antara bahu dengan bahu, isilah (shof) yang kosong, lembutkanlah pada tangan-tangan saudara kalian, jangan tinggalkan celah untuk syaitan, barangsiapa yang menyambung shof, maka Alloh menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskan shof maka Alloh memutusnya”. (HR. Ahmad dalam musnadnya 2/9, sanadnya disahihkan oleh Syu’aib al-Arnaud)

Dalam riwayat yang lain dengan tambahan:

فإنَّ الشَّيْطانَ يَدْخُلُ فِيْمَا بَيْنَكُم بِمَنْزِلَةِ الْحَذَفِ

“Karena sesungguhnya syaitan masuk dalam shof kalian seperti anak domba”. (Majmu’ az-zawa’id 2/252, dengan perawi yang dipercaya).

Abu Dawud berkata: Makna “lembutkanlah pada tangan-tangan saudara kalian” adalah apabila ada orang yang datang masuk ke dalam shof, maka hendaknya setiap orang (yang ada di shof) melembutkan bahunya sehingga orang tersebut dapat memasuki shof. (Sunan Abu Dawud 1/235)

YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM SHOF SHOLAT BERJAMA’AH

  1. 1. Kewajiban imam sholat dalam meluruskan dan merapatkan shof

Dari Al-Barro’ bin ‘Azib ia berkata: Dahulu Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wasallam memasuki shof dari ujung ke ujung, beliau mengusap dada-dada dan bahu-bahu kami seraya berkata: “Janganlah berselisih (dalam menyusun shof), niscaya hati kalian akan berselisih pula”. Beliau juga bersabda: “Sesungguhnya Alloh ‘Azza wajalla dan para malaikat-Nya memberikan sholawat kepada shof yang pertama”. (HR. Abu Dawud 1/234, disahihkan oleh Al-Albany)

  1. 2. Meluruskan dan meratakan shof

Dari Anas bin Malik, ia berkata: Rosululloh Shollallohu ‘Alaihi wasallam bersabda: “Ratakanlah shof-shof kalian karena meratakan shof termasuk dalam kesempurnaan sholat”. (HR. Muslim 1/324)

  1. 3. Menyempurnakan shof-shof yang pertama dan merapatkan shof

“Apakah kalian tidak bisa menyusun shof (sholat) seperti para malaikat yang menyusun shof di depan Robb mereka?”. Kami bertanya: Wahai Rosululloh, bagaimana para malaikat menyusun shof di depan Robb mereka? Beliau menjawab: “Mereka menyempurnakan shof-shof yang pertama dan merapatkannya”. (HR. Al-Bukhori 1/322)

  1. 4. Ukuran lurusnya shof diukur dengan lurusnya mata kaki bukan jempol kaki.

Nu’man bin Basyir berkata: Aku melihat seorang di antara kami menempelkan mata kakinya dengan mata kaki temannya.

  1. 5. Ukuran rapatnya shof diukur dengan rapatnya bahu

Anas bin Malik berkata: Dan seorang di antara kami menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan kakinya dengan kaki temannya. (HR. Al-Bukhori 1/254)

  1. 6. Perintah melembutkan bahu apabila ada orang datang memasuki shof, menyambung shof yang terputus dan larangan memutusnya

“Luruskanlah shof-shof, karena tidaklah kalian menyusun shof melainkan dengan shof para malaikat tempelkanlah antara bahu dengan bahu, isilah (shof) yang kosong, lembutkanlah pada tangan-tangan saudara kalian, jangan tinggalkan celah untuk syaitan, barangsiapa yang menyambung shof, maka Alloh menyambungnya dan barangsiapa yang memutuskan shof maka Alloh memutusnya”. (HR. Ahmad dalam musnadnya 2/9, sanadnya disahihkan oleh Syu’aib al-Arnaud)

AKIBAT TIDAK MERAPATKAN DAN MELURUSKAN SHOF SHOLAT:

  1. 1. Alloh menjadikan perselisihan dan permusuhan dalam hati pelakunya

Janganlah berselisih (dalam menyusun shof), niscaya hati kalian akan berselisih pula”. (HR. Abu Dawud 1/234, disahihkan oleh Al-Albany)

  1. 2. Syaitan akan masuk ke dalam shof yang tidak rapat.

“Karena sesungguhnya syaitan masuk dalam shof kalian seperti anak domba”. (Majmu’ az-zawa’id 2/252, dengan perawi yang dipercaya).