RINGKASAN MANASIK HAJI TAMATTU’

oleh : Abul Hasan Lutfi

Sebelum hari ke-8 Dzulhijjah

1-     Ihram dari miqot seraya mengucap talbiyah:”Labbaik umrotan mutamatti’an biha ilalhajj”.

2-     Thawaf qudum “umroh”.

3-     Sa’i.

4-     Memendekkan rambut atau mencukurnya.

5-     Tahallul dari ihram, sampai hari tarwiyah yaitu hari kedelapan.

Hari ke-8

1-     Pergi ke Mina setelah ihram dari tempat tinggalnya, shalat zuhur,ashar, maghrib, isyaa’, dengan mengqoshor shalat yang terdiri dari empat rekaat tanpa menjamaknya.

Hari ke-9

1- Menuju ke Arafah setelah terbit matahari dan shalat di sana zuhur, ashar  dengan mengqoshor dan menjamak taqdim (dua rekaat zuhur dan dua rekaat ashar dilakukan pada waktu zuhur) dengan satu adzan dan dua iqomat. Disunnahkan pula memperbanyak dzikir dan do’a. Sunnahnya berdo’a dengan menghadap kiblat bukan menghadap gunung, dan mengangkat kedua tangan karena hal ini dilakukan Rosulullah SAW. Pada hari arafah ini dimakruhkan berpuasa bagi orang yang sedang berhaji. ‘Waadi Aranah’ bukan termasuk arafah, maka tidak sah wuquf di sana, sebagaimana tidak disyari’atkan pula mendaki gunung.

2-     Menuju ke muzdalifah setelah matahari terbenam dengan tenang.

3-     Shalat maghrib dan Isya’ ketika sampai di Muzdalifah dengan jamak (ta’khir) dan qoshor (tiga rekaat maghrib dan dua rekaat isya’ dilakukakan pada waktu isya’ dengan satu adzan dan dua iqomat.).

4-     Mencari kerikil sebanyak tujuh buah untuk melempar jumrah ‘Aqobah. Boleh juga batu kerikil tersebut dibawa dari Mina; batu kerikil besarnya himsh dan bundaq yaitu sebesar biji ful (kacang).

5-     Bermalam di Muzdalifah dan shalat subuh di sana pada awal waktu, dengan memperbanyak do’a, dan dzikir setelah shalat. Disunnahkan pula wuquf di Masy’aril haram dan memperbanyak do’a sampai langit menguning. Diperbolehkan bagi orang-orang yang lemah keluar setelah tengah malam “Ghurubul qomar”.

Hari ke-10

1-     Menuju ke Mina sebelum terbit matahari

2-     Melempar jumrah aqobah dengan tujuh batu kerikil seraya bertakbir setiap kali melempar.

3-     Menyembelih had, dikecualikan penduduk Al-Haram karena mereka tidak ada had atas mereka.

4-     Mencukur rambut atau memendekkannya. Mencukur (gundul) lebih utama, sedangkan wanita memendekkan rambut sepanjang jari tangan.

5-     Tahallul dari ihrom kemudian pakai baju (biasa) dinamakan “tahallul asghor”.

6-     Thowaf ifadhoh, boleh diakhirkan sampa hari ke-11,12 atau bersamaan dengan thowaf wada’, dinamakan “tahallul akbar”.

7-     Sa’i, boleh juga diakhirkan sebagaimana thowaf ifadhoh.

Hari ke-11.

1-     Bermalam di Mina pada malam ke-11.

2-     Melempar tiga jumrah setelah tergelincir matahari dengan tujuh batu kerikil pada setiap jumrah; dimulai dengan jumrah sughro kemudian wusto kemudian kubro. Pada saat selesai melempar jumrah sughro dan wustho (saja) hendaknya berhenti untuk berdoa, dan tidak berdoa ketika selesai melempar jumroh kubro.

Hari ke-12.

1-     Menginap di Mina pada malam ke-12.

2-     Melempar tiga jumrah setelah tergelincir matahari dengan tujuh batu kerikil pada setiap jumrah; dimulai dengan jumrah sughro kemudian wusto kemudian kubro. Pada saat- selesai melempar jumrah sughro dan wustho (saja) hendaknya berhenti untuk berdoa, dan tidak berdoa ketika selesai melempar jumroh kubro.

3-     Boleh bergegas keluar dari Mina sebelum tenggelam matahari untuk melakukan thowaf wada’.

Hari ke-13

1-     Bermalam di Mina pada malam ke-13.

2-     Melempar tiga jumrah setelah tergelincir matahari dengan tujuh batu kerikil pada setiap jumrah; dimulai dengan jumrah sughro kemudian wusto kemudian kubro. Pada saat selesai melempar jumrah sughro dan wustho (saja) hendaknya berhenti untuk berdoa, dan tidak berdoa ketika selesai melempar jumroh kubro.

3-     Meninggalkan Mina menuju Mekah untuk melakukan thowaf wada’, kecuali wanita haidh dan nifas.

*Keterangan: Tahallul asghor, diperbolehkan segala sesuatu kecuali bergaul sama istri (jima’).

*Peringatan: Hari-hari haji merupakan hari-hari untuk berdoa, berzikir, berdakwah; maka habiskan waktumu untuk hal-hal yang bermanfaat. Hendaknya jangan tenggelam dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Rukun haji

1-     Ihrom  yaitu niat memasuki nusuk (amalan haji).         2-  Wukuf di Arafah.

3-  Thowaf ifadhoh.                                                        4-  Sai antara shofa dan marwah.

*Keterangan: Siapa yang meninggalkan salah satu rukun haji maka tidak sempurna hajinya.

Wajib haji:

1-Ihrom dari miqot.          2- Wukuf di Arafah sampai maghrib.      3- Bermalam di Muzdalifah.

2-     Bermalam di Mina pada hari-hari tasyriq (hari ke-11,12,13)     5- Melempar jumroh.

6-     Thowaf wada’.                                    7- Mencukur (gundul) atau memendekkan rambut.

*Keterangan: Barangsiapa yang meninggalkan salah satu wajib haji maka ia harus membayar dam disembelih di Haram dan dibagikan kepada para fakir penduduk Haram.

Sunnah haji:

1-     Mandi ketika ihrom.

2-     Ihrom dengan kain dan selendang berwarna putih bagi laki-laki.

3-     Mengucapkan talbiyah.

4-     Bermalam di Mina malam Arafah.

5-  Doa setelah melempar jumroh sughro dan wustho.

6- Thowaf qudum bagi haji qiron dan ifrod.

*Keterangan: Barangsiapa meninggalkan sunnah haji, maka tidak mengapa.

Larangan-larangan ketika ihrom:

1-Mencukur rambut.         2- Memotong kuku.      3- Menutup kepala bagi laki-laki.

4-Memakai baju berjahit bagi laki-laki.                 5- Membunuh binatang buruan.

4-     Menggauli istri dengan syahwat selain kemaluan.          7- Akad nikah.       8- Bersenggama.

*Keterangan: Barangsiapa melakukan salah satu larangan haji sebab lupa, bodoh (tidak tahu), terpaksa; maka tidak mengapa.

HAD

Tempat had: Mina, boleh juga di Makah, dan sekitar Haram.

Jenis: Unta, sapi, kambing.

Umurnya: Dho’n berumur enam bulan; Maiz berumur satu tahun, sapi berumur dua tahun, dan unta berumur lima tahun.

Dho’n, maiz (nama jenis kambing) cukup bagi satu orang, sedangkan satu sapi dan unta cukup bagi tujuh orang.

*Keterangan: Barangsiapa yang tidak mampu membayar had maka baginya puasa tiga hari pada waktu haji dan tujuh hari ketika pulang ke rumah. Boleh dilakukan berturut-turut dan boleh juga berkala (berselang) sebelum atau sesudah haji.